Tuesday, December 15, 2009

Selamat Menyambut Maal Hijrah 1431H




Selamat Menyambut Maal Hijrah 1431

Kepada semua ahli Jabatan Pengajian Melayu dan warga IPG Kampus Raja Melewar diucapkan Selamat Menyambut Maal Hijrah 1431


Semoga Allah memberi kita kesihatan, dimurahkan rezeki dan ditingkatkan iman kita. Insya-Allah
Kepada ahli Jabatan Pengajian Melayu, setinggi penghargaan atas kerjasama padu sepanjang tahun lalu. Moga tahun mendatang membawa sinar yang lebih gemerlapan buat jabatan kita. Terima kasih semua.


Labels:

Renungan Bersama

Siapakah orang yang sibuk? Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s


Siapakah orang yang manis senyumanya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan...

Siapakah orang yang paling cantik? Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya...

Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka..

Labels:

Saturday, December 12, 2009

Subhanallah

Buat renungan bersama....

SubhanALLAH

Here is a man who passed away while in sajdah in Masjidul Nabawi( Saudi Arabia) Prayer is the key to Paradise,there is no excuse to miss it.
Picture of a worshipper in Masjid An Nabawi who passed away while in Sajda during Prayer - Allahu Akbar - What a beautiful end!!! If a praying person knew to what extent he was surrounded by Allah's Mercy, he would never raise his head from Prostration/ Please keep forwarding this 'Hadith' to all ... Because the Prophet (sallallaahu alayhi wa sallam) said: 'Pass on knowledge from me even if it is only one Verse'

Labels:

Thursday, December 10, 2009

Basuh Dulu Sebelum Minum

WASH THEM FIRST
This is Serious!This incident happened recently in North Texas . A woman went boating one Sunday taking with her some cans of coke which she put into the refrigerator of the boat. On Monday she was taken to the hospital and placed in the Intensive Care Unit. She died on Wednesday. The autopsy concluded she died of Leptospirosis.. This was traced to the can of coke she drank from, not using a glass. Tests showed that the can was infected by dried rat urine and hence the disease Leptospirosis. Rat urine contains toxic and deathly substances..... It is highly recommended to thoroughly wash the upper part of all soda cans before drinking out of them. The cans are typically stocked in warehouses and transported straight to the shops without being cleaned..

A study at NYCU showed that the tops of all soda cans are more contaminated than public toilets (i.e).. full of germs and bacteria. So wash them with water before putting them to the mouth to avoid any kind of fatal accident.

Labels:

Hang Tuah Gagal SPM...

Labels:

Rokok Tidak Berbahaya....

Ternyata Rokok Tidak Berbahaya
Banyak orang khuatir akan bahaya rokok, tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya. Kemudian para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil daripada beberapa hikayat pada zaman dahulu kala di mana kala itu nenek moyang kita pun telah membuktikannya melalui beberapa percubaan.Buktinya seperti cerita di bawah ini, dia tetap sihat walafiat.
Untuk lebih jelasnya dapat dibuktikan lewat penemuan oleh beberapa daripada ahli di bawah ini:
Pada zaman dahulu kala, ada tiga orang doktor. Mereka selalu bersama-sama ke mana saja mereka pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.
A. Dr Jon Sumawan (suka main perempuan)
B. Dr Jon Walker (suka minum minuman keras)
C. Dr Jon Kretek (suka segala jenis rokok)
..Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa tujuan. Tiba-tiba ketiga-tiganyanya bertemu dengan sebuah kendi (seperti cerita Aladin).. Lalu salah seorang mengambilnya lalu menggosok-gosokkan kendil tersebut. Sejurus kemudian asap keluar dari corong kendi tersebut dan secara perlahan bertukar menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas.Lalu jin tersebut tertawa: 'Ha ha ha...' dan berkata 'Akulah Jin Ifrit!Karena kamu telah membebaskan aku dari kendi itu maka aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu sekalian.
Ketiga-tiga sahabat yang pada mulanya panik dan takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang dan kemauan masing-masing yang mungkin hanya sekali mereka jumpai dalam hidup mereka. Lalu mereka memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.Berkatalah si A,'Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu akuselama 10 tahun.Pufff ........!! dengan sekejap mata jin menyempurnakan permintaan si A. Berkata si B, 'Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia untuk bekalselama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan janganganggu aku selama 10 tahun.'Pufff .......... !! dalam sekejap mata jin menyempurnakan permintaan si B. Berkata pula si C,'Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.'Pufff ............ !! dengan sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaansi C.
Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul kembali untuk membuka pintugua masing-masing sebagaimana yang dijanjikan.Maka jin tersebut pergi membuka pintu gua si A, ketika dibuka maka keluarlah si A dengan keadaan kurus kering, berdiri pun tidak mampu karena tidak sanggup untuk menggerakkan lutut sebab hari-hari hanya memuaskan nafsu dengan perempuan.Tiba-tiba si A pun jatuh ke tanah lalu mati!!
Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika pintu dibuka maka keluarlah si B dengan perut yang sangat buncit karena hari-hari mabuk-mabukan. Jalan pun terhuyung-huyung.Tiba-tiba si B pun jatuh ke tanah lalu mati !!
Setelah itu jin pergi ke gua si C dan membuka pintu gua. Tiba-tiba si C keluar dalam keadaan sehat walafiat dan terus MENAMPAR si jin Sambil memaki si jin.Dia berkata: JIN BODOH...!!!! MANCISNYA MANA ...???!!!
Safety Lesson-nya : 'Rokok Tidak akan berbahaya, sepanjang tidak ada mancisnya'

Labels:

Matahari di Rusia

Besarnya Kekuasaan Allah S.W.T



Labels:

Kasihnya Ibu...

Baby Monkey hit by scooter at Jaipur { India }
but monkey mother...... we already know the Mother history.....

Mother is mother..... Risking her life to save her kids even animal or human.....

Look at the dog's face ...what an expression...!!

Labels:

Untuk Renungan

Anak Kecil dan Seketul Batu
KISAH ANAK KECIL DAN SEKETUL BATU :Seorang ekskutif muda yang berjaya sedang memandu di sebuah perkampungan di pinggir bandar. Ia memandu agak laju dengan sebuah kereta WAJA yang berprestasi tinggi yang baru sahaja dibelinya. Sambil ia memandu perlahan-lahan ia sedang memerhatikan seorang anak kecil di celah-celah kereta yang diletakkan di tepi jalan , ia memperlahankan keretanya untuk melihat sesuatu yang difikirkannya. Seelok-elok sahaja kereta Waja tersebut melintasi kawasan tersebut ; anak kecil tidak kelihatan tetapiseketul batu dilontarkan tepat mengena pintu di sebelah kanan kereta Waja tersebut.Apalagi ekskutif muda tersebut menekan brek sekuat hatinya dan berundur ke tempat di mana anak kecil tadi berdiri. Dengan marahnya dia keluar dari kereta terus meluru ke arah anak kecil , menarik tangan anak kecil dan menghempasnya ke kereta yang terletak di tepi jalan dan terus memarahi anak kecil tadi : "Apa ni ? Siapa awak ? dan apa ke jadahnya awak berada di sini ? Itu kereta baru , mahal dan susah nak baiki ? Awak tau tak ? Kenapa awak buat ini semua ? jerit ekskutif tersebut. Anak kecil itu tunduk sedih , sayu dan memohon maaf ; " Saya meminta maaf pakcik, saya tak tahu apa patut saya buat , ia merayu . Saya melontar batu kerana tak ada orang yang berhenti di sini apabila saya panggil".Dengan linangan air mata ia menunjukkan ke satu sudut yang tidak jauh dari situ. "Itu abang saya , ia jatuh dari kerusi roda dari tebing di sebelah dan tak ada orang yang dapat mengangkatnya kembali. Boleh tak pakcik menolong saya , ia cedera dan ia terlalu berat untuk saya. Dengan rasa terharu, ekskutif muda tersebut melepaskan anak kecil tersebut dan terus mengangkat abangnya dan meletakkannya kembali ke kerusi roda. Terima kasih , pakcik, saya doakan pakcik selamat dunia dan akhirat.Tak dapat digambarkan dengan perkataan , ekskutif muda hanya melihat dengan sayu, anak kecil tersebut menyorong abangnya yang cacat dan cedera pulang menuju ke rumahnya. Anak sekecil itu boleh mendoakannya akan kesejahteraan hidupnya. Ekskutif muda tersebut berjalan perlahan ke arah kereta , WAJA kemek teruk tetapi ia membiarkan saja tanpa dibaiki. Ia mengingatkannya bahawa kita tidak perlu berkejar-kejar dalam kehidupan ini sehinggakan seseorang melontar batu hanya kerana hendakkan perhatian .
PengajaranAllah tidak menjanjikan hidup ini t idak pernah susah, bersuka-ria tanpa kesedihan, panas tanpa hujan tetapi ia memberi kita kekuatan, menenangkan kita semasakesedihan dan menunjukkan jalan yang sebenar-benarnya.Janganlah kita sombong dengan kelebihan yang sementara.

Labels:

Tuesday, December 8, 2009

Cuci Dulu Sebelum Pakai


Worm Breast???
Ladies please take note…. Wash your underwear before wearing it!
An american woman named Susan McKinley spotted a lumpy red rash on the nipple of her left breast….and ignored it?!? Unsure of what is was she dismissed it and hoped that it go away.
It was only when the rash became uncomfortably painful did Susan seek the advice of a doctor. However her prescribed medicines consisting of anitbiotics and medicated creams failed to work, leaving her with an inflamed and bleeding breast.
Unsure of her next move, Susan decided to bandage the sores…
for two weeks…
(OMG…Are you wanting to slap her as much as i am?)
Unsuprisingly the pain intensified. She was refered to a detmatologist, Dr L ynch, by her previous doctor.
The dermatologist removed the bandage, and to both of their horrors discovered larva growing in the pores of her nipple. They had been feeding off of the protective fat and milk ducts in her breast. the worms had also successfully eatten away her nipple so that only a “pot holed” areola was left……
Appearently wearing a new but unwashed bra, or a bra that has not been dried properly was the cause of the “worm Breast. However this story is and unproved urban legend….. Scary though!


Sayonara Kemas 06

Setelah hampir empat tahun bersama-sama mengejar ilmu, kini perjuangan mereka telah sampai ke penghujungnya. Mengajar mereka ilmu kepanduan merupakan sesuatu yang menarik. Apa taknya, kebanyakannya emak-emak orang, terpaksa berkawad, berkhemah, masak cara hutan, membuat gadjet dan seumpamanya, dapat mereka lakukan dengan baik. Cuma sayangnya ilmu kepanduan ini tidak dapat mereka aplikasikan sepenuhnya kerana anak-anak didik mereka di tadika tiada unit beruniform.
Saya menganggap semua kadet Kemas 06 ini sebagai kawan-kawan, mudah berbicara dan mudah juga menerima teguran. Setiap aktiviti dilaksanakan dengan penuh komitmen dan saling bekerjasama. Kepada kalian Selamat Maju Jaya.

Sunday, December 6, 2009

Air Minumam


Berapa Banyak Air Yang Perlu Diminum?
Ada orang kata jangan minum air banyak-banyak. Minum seteguk dua saja, ini petua untuk awet muda. Ada pendapat yang mengatakan kita perlu meminum 8 gelas sehari. Yang mana betul?Pendapat yang pertama, memang tidak betul. Yang kedua? Tidak berapa betul! "8 gelas sehari" lebih merupakan sebagai lagenda yang telah diterima sebagai fakta.Baru-baru ini, Jurnal Psikologi Amerika mendedahkan bahawa tidak terdapat bukti saintifik yang dapat menyokong teori "8 gelas sehari". Jangan salah faham pula. Saintis tersebut bukan mengatakan kita tidak memerlukan air. Tetapi nasihat agar kita mengambil 8 gelas air sehari bukanlah satu nasihat yang baik.Pertama, kita perlu meminum air berulangkali di sepanjang hari. Meminum 8 gelas di waktu pagi dan mempercayai bahawa anda sudah meminum air yang cukup untuk hari tersebut adalah berbahaya.Mereka yang meminum air, walau setengah gelas, pada setiap jam akan mendapati diri mereka begitu bertenaga.Berapa banyak yang perlu diminum? Ianya bergantung kepada cuaca dan aktiviti yang anda jalankan. Lebih banyak anda kehilangan air, lebih banyak yang perlu diminum, lebih banyak dari 8 gelas. Tetapi jangan pula meminum terlalu banyak. Kenapa pula? Meminum terlalu banyak air boleh menyebabkan keracunan air (sekiranya menahan membuang air kecil) ataupun situasi elektrolit tak seimbang.Peringatan: Lebih banyak anda meminum air, lebih banyak anda perlu menggantikan elektrolit anda. Di mana anda boleh memperolehi bekalanelektrolit? Dari air minuman sukan seperti 100 Plus, Excel dll.Nanti dulu, sebelum anda ke pasaraya untuk membeli minuman tersebut, saya ada satu petua untuk anda. Masukkan secubit garam ke dalam setiap gelen air minuman anda. Nah! Anda sudah mendapat bekalan elektrolit yang cukup. Sudah tentu pengeluar air minuman sukan tidak akan memberitahu kita mengenainya

Bahaya Sushi




“Ulat dalam otak akibat makan sushi (gambar di atas)”.Inilah akibat makan sushi & sashimi (ikan mentah, gurita mentah,udang mentah, dan sebagainya. Nama orang ini Shota Fujiwara dari Gifuprefecture, Jepun, umur 80 tahun, telah menderita sakit kepala yang luar biasa selama 3 tahun dan telah kehilangan kemampuan psikomotoriknya. Setelah menjalani pemeriksaan CT-scan & X-ray, doktor yang merawatnya menemukan sarang ulat di bawah kulit kepalanya namun masih di luar tempurung otaknya. Jadi, BERHATI-HATILAH MEMAKAN SUSHI & SASHIMI !!! Ulat seperti yg didapati pada kepala Shota Fujiwara adalah berasal daripada parasit yang selalunya didapati pada isi ikan mentah baik ikan laut maupun ikan air tawar. Ulat parasit & telurnya hanya boleh dimatikan dengan melalui proses pemasakan dengan panas yang tinggi (digoreng, dipanggang atau direbus mendidih atau dengan pembekuan -10 degC s/d -20 degC selama lebih dari satu minggu.

Saturday, December 5, 2009

Lambaian Kaabah



Lambaian Ke Tanah Suci
oleh
Hajah Amanah Haji Mohd Noor

Labbaik Allahuma Labbaik
Labbaik ka la Syarii ka Labbaik
Innal Hamda, Wa Nikmata
Laka wal mulk, La syarikala

Seruan yang memang aku sukai sejak aku kanak-kanak lagi dan kini aku sendiri melafazkannya sepanjang perjalanan menunaikan ibadat hajiku.

Setelah dua kali pemergian hajiku tertangguh, kini akhirnya Allah s.w.t menerima kehadiranku sebagai tetamu-Nya mulai 1 jan 2006 sehingga 10 Feb 2006.

Pemergianku tanpa diiringi suami atau ahli keluarga juga teman-teman. Risau juga bila memikirkannya, namun aku sentiasa berdoa agar Allah memudahkan perjalanan hajiku dan moga aku mendapat haji yang mabrur. Juga aku memohon agar Allah menemukan aku dengan rakan-rakan sekamar yang peramah dan saling bertoleransi.

Aku mengikuti pakej Mitra Kembara yang dipimpin oleh Ustaz Ir. Haji Abdul Halim bin Haji Abdullah. Ustaz Halim memang terkenal di kalangan jemaah dan petugas-petugas Tabung Haji. Tepat jam 11.00 malam 31 Dis 2005 (penerbangan kedua akhir) dalam hujan renyai dan lambaian suami, anak dan kaum keluarga, aku bersama-sama 80 orang ahli pakej dengan menaiki tiga buah bas transnasional, kami bertolak ke Kelana Jaya.

Allah s.w.t memakbulkan doaku. Urusan pendaftaran masukku amat mudah tanpa beratur panjang. Segala begku diuruskan oleh biras sepupuku yang kebetulan bertugas pada malam itu, malah aku diberikan tempat duduk di kelas pertama dalam penerbangan Saudi Airline , SV 40 itu. Mula-mula risau juga kerana terpisah daripada rakan sepekej tetapi apabila terpandang Ustaz Halim di tempat yang sama, barulah hatiku tenteram. Sepanjang lapan jam penerbangan aku hanya berzikir dan terbayang-bayang Kaabah yang bakalku tatap tak lama lagi.

Kami sampai di Lapangan Terbang King Abdul Aziz Jeddah lebih kurang jam 9.30 pagi. Urusan imigresen berjalan lancar tanpa apa-apa masalah. Kisah yang pernahku dengar, imigresen ini boleh ambil masa berjam-jam. Alhamdulillah kami tidak mengalaminya dan aku membuat kesimpulan pihak berkuasa Arab Saudi telah memperbaiki mutu perkhidmatanya.

Setelah berehat di kawasan yang ditetapkan oleh pihak Tabung Haji, para jemaah menaiki bas mengikut nombor yang ditentukan untuk ke Makkah. Semuanya berjalan lancar dan kini aku dalam perjalanan ke Makkah-tul-Mukarramah.

Makkah-tul-Mukarramah
Antara keajaiban ciptaan Allah SWT ialah Dia telah membuat hati manusia cenderung untuk menziarahi tempat-tempat suci-Nya serta rindu untuk berada di situ. Dia telah mengukuhkan cinta tersebut dalam hati mereka sehingga menggenggam seluruh jiwa raga dan tidak dapat berpisah dengan tempat-tempat suci-Nya melainkan dengan perasaan sedih serta kecewa yang amat dalam. Rindu mereka pun membara dan mereka berazam untuk berkunjung semula dalam kesempatan yang lain. Bumi tempat-tempat suci yang berkat itu menjadi tumpuan mata dan cinta manusia. Itulah hakikat yang memaparkan kebijaksanaan Allah SWT yang Maha Tinggi yang membenarkan doa kekasih-Nya, a.s.(*ini merujuk doa Nabi Ibrahim a.s. sebagaimana yang termaktub dalam Surah Al-Baqarah:127-12)
Keasyikan rindu mereka menyebabkan tempat-tempat suci tersebut terasa dekat biarpun masih jauh perjalanannya. Rindu juga menampilkan ia di ruangan mata meskipun tempat-tempat itu masih belum kelihatan serta memudahkan pengunjungnya mengharungi segala kepayahan dan kesulitan yang dihadapinya untuk sampai ke situ. Betapa banyak orang lemah yang diancam oleh maut sebelum sempat sampai ke tempat-tempat suci tersebut dan ditimpa malapetaka dalam perjalanan untuk sampai ke situ. Namun, ketika Allah membolehkan ia sampai dengan selamat ke tempat-tempat suci-Nya, orang itu menyambutnya dengan riang gembira, seolah-olah ia tidak pernah mengecap kepahitan atau menanggung kesulitan kerananya.

Cetusan rasa indah Ibn Batutah tentang Makkah ini amatlah benar kerana aku telah merasai perasaan tersebut. Betapa kita dengan sepenuh hati sanggup berkorban wang ringgit untuk menjadi tetamu Allah. Sanggup meninggalkan anak-anak dan keluarga selama empat puluh hari demi bertemu Allah. Juga menghadapi suasana yang bersesak-sesak semuanya kerana Allah.

Betapa amannya hati ketika di Makkah, bandar suci untuk umat Islam. Semuanya muslim di sini. Sepanjang masa di Makkah ( kira-kira 34 hari) aku amat tenteram sekali. Tak ada apa yang ada dalam kepala kecuali ke masjid untuk beribadat. Semasa aku sampai di Makkah, hampir masuk waktu zuhur. Satu pemandangan yang luar biasa bagiku apabila melihat berduyun-duyun umat manusia menuju Masjidil Haram untuk bersolat. Pemandangan yang hanya terdapat di Makkah. Bas yang kami naiki juga terhenti menuju ke hotel kerana jalan ditutup untuk memberi laluan kepada jemaah yang berjuta itu ke masjid. Sana sini kelihatan umat manusia yang pelbagai rupa dan warna tetapi dengan satu tujuan yang sama iaitu menunaikan ibadat haji.

Masjidil haram sungguh besar dan unik, setiap waktu solat dipenuhi dengan jemaah. Hanya Allah yang mengetahui jumlahnya. Walaupun juataan manusia yang memasukinya pada waktu yang sama untuk bersolat namun ruang untuk kita sentiasa ada. Begitu juga tempat menyimpan kasut, sentiasa ada sahaja ruang yang kosong, membolehkan aku menyimpan kasutku tanpa ada perasaan tersalah ambil atau dikebas orang, alhamdulillah. Tetapi rakan sebilikku mengalami kehilangan selipar sebanyak empat kali semasa ke masjid. Aku tak memberi komen apa-apa terhadap kejadian itu malahan tidak terdetik dalam hati kenapa seliparnya sahaja yang hilang sedangkan kami meletakkanya di tempat yang sama. Aku hanya bergurau dengan mengatakan seliparnya memang diminati ramai. Di Masjidil Haram juga aku berasa bagaimana bersolat Jumaat dan jenazah. Di sini setiap lima waktu itu sentiasa ada solat jenazah.

Terdapat juga tempat-tempat bersejarah untuk diziarahi. Semasa ziarah Makkah, Ustaz Halim telah membawa kami melawat ke rumah orang Melayu yang telah menjadi penduduk tetap di Makkah. Semasa di rumah tersebut, tetamu lelaki dan wanita diasingkan. Tetamu lelaki dalam satu bilik dan begitu juga tetamu wanita. Kebanyakan Melayu Makkah ini berasal dari Utara atau Pantai Timur Malaysia.

Selain daripada itu kami juga dibawa melawat Jabal Thur, Jabal Nur (gua Hira’), Jabal Rahmah, Arafah, Mudzalifah, Mina juga perkuburan Maa’la. Di pusara inilah sejumlah besar sahabat, tabi’in, ulama’, salihin dan auliya’, disemadikan. Walau bagaimanapun, kebanyakan makam mereka telah hilang kesannya dan tidak lagi diketahui oleh penduduk Makkah melainkan beberapa buah sahaja. Antara makam yang masih dikenali ialah makam Ummu al-Mu’minin, penasihat penghulu Rasul-rasul, Khadijah bint Khuwailid, bonda semua cahayamata Nabi SAW kecuali Ibrahim serta nenenda kepada dua orang cucundanya yang mulia iaitu Hasan dan Husain r.a. Berhampiran dengannya ialah makam Khalifah Amir al-Mu’minin Abu Ja’far al-Mansur ‘Abdullah ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn ‘Abdillah ibn al-‘Abbas r.a. Di situ jugalah tempatnya ‘Abdullah ibn al-Zubair r.a. disalib.

Seperkara lagi, apa yang aku lihat baik di Makkah ataupun di Madinah, tempat-tempat bersejarah dan suci ini tidak diberi tanda atau dipelihara secantiknya sebagaimana di tempat kita. Tidak jauh dari dataran Masjidil Haram umpamanya terdapat sebuah bangunan putih dua tingkat yang dijadikan perpustakaan. Tapak perpustakaan tersebut merupakan bekas tapak rumah di mana baginda Rasulullah dilahirkan. Tempat bersejarah ini dibiarkan begitu sahaja, bukan untuk melupakannya tetapi untuk mengelakkan syirik kepada mereka yang suka mendapatkan berkat tempat-tempat sedemikian.

Kaabah
Kaabah di Masjidil Haram merupakan tempat bagi kaum muslim menghadapkan wajahnya saat sujud pada Yang Maha Kuasa, walau di mana sahaja hamba-Nya berada. Dan kini aku betul-betul berdiri menghadap Kaabah, menyaksikannya sendiri dengan pancainderaku. Sukar untuk diungkapkan dengan kata-kata. Rasa terharu, sedih, gembira semuanya bercampur aduk. Setiap kali selepas tawaf dan mengangkat tangan berdoa pada Ilahi, perasaan begitu tersentuh, terasa diri ini banyak melakukan dosa kepada Allah tetapi Allah s.w.t tetap kasih dan sayangkan hamba-Nya, menerima kehadiranku sebagai tetamunya. Air mata pula begitu murah harganya. Betul seperti firman Allah dalam Surah Al-Baqarah tersebut.

Aku perhatikan orang yang bertawaf di Kaabah tidak kira waktu, baik siang atau malam malah dinihari. Beberapa kali aku ke masjid pada jam dua pagi melaksanakan qiamullail di samping berharap Kaabah akan lengang. Tetapi harapan itu hampa kerana tidak ada waktu yang Kaabah lengang. Menjelang musim haji manusia di Kaabah lagilah sesak. Di kawasan Hajar Aswad pula banyak orang berebut-rebut hendak menciumnya. Aku ada juga cuba-cuba mendekati Hajar Aswad tetapi melihat manusia yang berebut-rebut disertai teriakan “sabar haji, sabar haji” oleh pegawai-pegawai masjid bertugas, aku membatalkan hasratku. Aku juga teringat pesanan Tn. Hj. Ilham supaya jangan berebut-rebut kerana ia akan mengurangkan pahala yang ada. Ada juga yang melekapkan dirinya di dinding Kaabah, juga membalingkan serbannya ke dinding Kaabah, barangkali untuk meperoleh berkat rumah Allah tersebut.

Kerap kali juga semasa bertawaf ini , bahuku ditumpang oleh makcik-makcik Bangla atau Pakistan. Selalunya aku membiarkannya sahaja kerana yang menumpangkan tangannya di bahuku itu adalah orang-orang tua. Aku senyum saja kepada mereka dan mereka membalas balik senyuman itu, mungkin tanda terima kasih. Kesemua pusingan tawaf, kedua-dua tanganku sentiasa di dalam telekung, takut tersentuh mereka yang bukan muhrim. Kadang-kadang apabila terlalu ramai orang tawaf, aku akan mengambil pusingan yang paling luar, ini bermakna untuk menghabiskan tujuh pusingan tawaf itu boleh mengambil masa hampir sejam. Namun walau susah atau senang, ucapan syukur sentiasa dilafazkan.

Sesekali semasa bertawaf aku terserempak dengan mereka yang sentiasa sibuk. Walaupun sedang tawaf tetapi sempat berborak di telefon. Ada juga yang sibuk bergambar di depan Kaabah, walaupun bergambar itu dilarang semasa di dalam masjid. Begitulah gelagat manusia yang sentiasa sibuk dengan hal-hal dunia walhal sudah berada dalam rumah Allah dan menjadi tetamu Allah.

Antara tanda kebesaran Kaabah ialah sentiasa ada sahaja orang yang melakukan tawaf mengelilinginya sama ada siang atau malam dan tak pernah ada orang bercerita bahawa ia melihat Kaabah tanpa orang bertawaf mengelilinginya. Di Makkah banyak burung merpati yang berterbangan di atas seluruh bahagian Masjidil Haram tetapi tidak ada merpati yang hinggap di Kaabah atau terbang melintasinya atau menjatuhkan najisnya di kawasan Kaabah yang terbuka luas itu. Kawasan di sekitar Kaabah juga masjid atau di Makkah tidak terdapat bau busuk, bau longkang atau bau sampah sarap, walhal manusia di situ tidak terkira jumlahnya. Maha Suci Allah yang telah mengurniakan keistimewaan kepada Kaabah dan Makkah dengan memuliakan dan menganugerahinya kehebatan serta ketinggian.

Arafah, Mudzalifah dan Mina
Setelah 9 hari di Makkah dan berada dalam ihram, tibalah waktu Wukuf di Arafah. Sepanjang masa dalam ihram, dugaan yang paling aku tak tahan ialah gatal kepala. Kalaulah boleh mahu aku menggaru sepuas-puasnya kepalaku tapi apakan daya, rambut atau apa saja rambut di tubuh yang gugur secara sengaja akan dikenakan dam. Aku sentiasa berdoa agar mendapat haji mabrur. Oleh sebab itu aku dan semua jemaah yang lain pastinya sebolehnya mengelakkan dam ini.

Puncak ibadah haji adalah di Padang Arafah (al-hajju ‘arafah). Demikian sabda Rasulullah s.a.w. Tidak sah haji tanpa kehadiran di Arafah. Perjalanan jemaah pakej kami ke Arafah begitu lancar pada 8 Zulhijjah. Tidak sampai sejam kami tiba di khemah yang disediakan. Kami tiba pada waktu maghrib. Di Arafah kami hanya berehat sambil berzikir sambil menunggu wukuf yang bermula apabila gelincir matahari (masuk waktu zuhur) 9 Zulhijjah. Ustaz Halim menjadi imam kami sepanjang hari tersebut. Sepanjang hari wukuf ini seluruh jemaah haji yang hampir tiga juta orang ini tidak ada apa yang mereka kerjakan kecuali berzikir, beribadah dan menumpahkan kerinduan kepada Allah. Dan yang paling sayu apabila semua jemaah keluar dari khemah pada waktu maghrib untuk berdoa kepada Allah. Dalam kesuraman senja itu kelihatan di mana-mana jemaah menadah tangan kepada Allah s.w.t dengan penuh khyusuk dan amat damai. Aku rasa indah dengan situasi ini dan rasa sedih kerena selepas itu, dengan tenggelamnya matahari kami akan bergerak ke Muzdalifah, meninggalkan Arafah.

Di Mudzaliffah, di sepanjang keheningan dan kedinginan malam semuanya berkhalwat dengan Allah yang Maha Pengasih. Ya Allah, apakah gerangan yang berada dalam benak jutaan manusia itu, hingga secara bersama-sama mengharungi malam yang dingin di Muzdalifah dengan hanya bermunajat kepada-Mu”. Di sini aku betul-betul merasa keseorangan. Yalah dalam keheningan malam beratapkan langit, berlampukan bintang dan beralaskan tikar aku duduk sorang-sorang kerana terpisah dengan teman yang sama-sama single. Aku ingat suami, anak dan keluarga juga teman-temanku di Malaysia. Lantas dalam kesuraman cahaya lampu Mudzalifah aku menghantar SMS mengucapkan Salam Aidiladha kepada kalian. Aku rindu takbir Aidiladha dan keluargaku.
Muzdalifah ternyata bukan tempat tujuan akhir kerana pada tengah malamnya kami ke Mina pula. Sambil bermunajat, kami juga mengutip batu-batu kecil untuk melontar jamrah. Perjalanan ke Mina juga begitu mudah dan lancar. Di Mina aku dan ahli-ahli pakejku ditempatkan dalam khemah yang beralaskan karpet. Siap dengan pendngin hawanya sekali. Walaupun agak bersempit-sempit, tapi tetap bersyukur. Cabaran hebat di Mina ialah bilik air dan tandas yang disekalikan.. Bayangkan dalam jutaan umat itu bilik air amat terhad. Sebelum ke bilik air aku semestinya berdoa agar mudah mendapat bilik air tersebut. Ada masanya cepat tapi ada masanya terpaksa berbaris hampir sejam baru dapat peluang.
Satu peristiwa pelik yang aku alami di Mina ialah peristiwa di bilik air. Aku ke bilik air untuk bersuci dan mengambil air sembahyang. Seperti biasa doaku agar mudah mendapat bilik air. Orang tak ramai dan sebaik aku sampai di depan pintu sebuah bilik air, tiba-tiba pintunya terbuka dan keluar seorang makcik sambil menahan dirinya daripada termuntah-muntah. Dia sempat memberitahuku dalam bilik air itu dipenuhi dengan najis. Oleh kerana tiada siapa yang hendak masuk ke situ, aku pun melangkahkan kaki masuk tetapi bersedia untuk menghadapi situasi yang makcik itu perkatakan. Tetapi pelik kerana bilik air tersebut bersih tanpa ada sebarang najis. Jadi memang rezekiku dapat masuk ke bilik air dengan cepat.
Semasa di Mina inilah berlakunya peristiwa pijak-memijak di kawasan jamrah. Seramai lebih tiga ratus jemaah terkorban yang kebanyakannya dari Pakistan, Turki dan Arab lainnya. Kami yang tinggal berdekatan kawasan tersebut tidak tahu-menahu peristiwa sedih ini sehinggalah mendapat pesanan sms dari tanah air. Begitulah keadaannya, apa yang berlaku sekitar waktu haji hanya diketahui setelah mereka di tanah air menelefon atau menghantar sms. Mengimbas kembali waktu peristiwa di jamrah pada hari kejadian, berlaku rebut pasir dan kami diminta tinggal di dalam khemah. Pada masa ribut inilah terjadinya peristiwa pijak-memijak ini.
Selepas melaksanakan lontaran di ketiga-tiga jamrah tiga hari berturut-turut, bebaslah kami dari sebarang larangan ihram dan kami semua kini dipanggil dengan panggilan haji atau hajah. Jika sebelum ini gelaran untuk kami di Tanah Suci ini ialah Siti Rahmah tapi kini bertukar kepada hajah. Kami meninggalkan Mina untuk kembali semula ke Makkah sebelum ke Madinah.

Ahmad Albab
Membeli-belah memang aktiviti yang menyeronokkan, tak kira walau di Tanah Suci sekalipun. Baik di Makkah ataupun Madinah barang-barang cilok seperti di Petaling Street berlambak dijual. Sebut saja mau apa, jam,minyak wangi dan barang berjenama lain semuanya ada.
Apabila menyebut bab membeli-belah ini, Ahmad Albab segera muncul dalam ingatan. Siapakah Ahmad Albab di kalangan jemaah haji. Nama Ahmad Albab hanya kita tahu menerusi cerita P. Ramli, tapi Ahmad Albab yang seorang ni merupakan seorang pemuda Arab yang cukup popular di kalangan jemaah Malaysia mahupun Indonesia. Dalam ribuan peniaga di Makkah susah nak mencari macam Ahmad Albab. Ahmad cukup peramah dan keistimewaannya, beliau fasih berbahasa Melayu. Setiap yang masuk ke kedainya pasti diperlihatkan gambar beliau bersama-sama Siti Nurhaliza dan Sharifah Aini, ikon yang popular di Malaysia. Siti dan Kak Pah berkunjung ke kedai Ahmad semasa mereka menunaikan umrah. Malahan Ahmad turut menjual jubah yang diberi nama Siti Nurhaliza. Aku turut membeli sehelai jubah siti. Kedai Ahmad sentiasa penuh dengan pelanggan terutamanya dari Malaysia dan Indonesia.

Bagi Ahmad Albab dan peniaga-peniaga yang lain “ orang Malaysia bagus “. “Malaysia bagus, Indonesia bagus” itulah ungkapan yang sering dilafazkan oleh peniaga-peniaga ini kepada kami. Secara umumnya jemaah Malaysia tetap harum di kalangan orang-orang Arab tempatan baik di Makkah ataupun Madinah.

Madinah al Munawarah
Setelah selesai menunaikan haji dan umrah, kira-kira 34 hari di Makkah, kini tiba masanya pakej kami berangkat ke Madinah. Dengan menaiki tiga buah bas pakaej Mitra bertolak ke Madinah. Dari Makkah ke Madinah mengambil masa kira-kira 8 jam sejauh 474 km. Lebuh raya antara Madinah ke Makkah lebar dan besar setanding lebuhraya Utara Selatan kecuali pemandangan sepanjang jalan hanya bukit,batu dan pasir sahaja. Cuaca agak panas walaupun waktu itu musim sejuk.
Sepanjang perjalanan kebanyakan kami lena, penat mengerjakan ibadah haji dan umrah masih terasa. Rombongan kami berhenti di tempat-tempat rehat yang telah disediakan. Lebih kurang macan R&R di Malaysia tetapi R&R di Saudi ni ala kadar sahaja, yang penting ada perhentian untuk ‘menyahut panggilan alam’.

8 hari di Madinah kami menginap di Hotel Safir As-Saha, kira-kira 50 meter dari masjid Nabawi dan hotel ini memang berhadapan dengan pintu untuk laluan kaum wanita apabila hendak memasuki masjid. Alhamdulillah, memudahkan kami.
Kami dibawa ziarah Madinah , selain beribadat di masjid Nabawi, umat Islam juga boleh menziarahi Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Perkuburan Jannatul-Baqi, Masjid Tujuh, Pasar Kurma, kilang coklat kurma dan kilang mencetak al-Quran.
Sabda Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan oleh Al-Tabrani, bermaksud: "Sesiapa yang menunaikan fardu haji ke Baitullah al-Haram di Tanah Suci Makkah dan tidak menziarahi aku (di Madinah), sesungguhnya ia menjauhkan dirinya daripada aku".

Masjid Nabawi
Makam Rasulullah terletak di kawasan Raudah (Taman Syurga) dalam masjid itu, bersebelahan dengan makam sahabat karib Baginda, Saidina Abu Bakar dan Saidina Umar Al-Khatab. Makam Baginda terletak di bawah kubah besar berwarna hijau dan dipagari dinding yang dihiasi ukiran ayat suci al-Quran berwarna keemasan. Kawasan Raudhah ialah tempat di antara mimbar dengan makam Rasulullah s.a.w. Baginda bersabda,” Di antara rumahku dan mimbarku ialah Raudhah (taman) dari taman-taman syurga dan mimbarku di atas kautsarku”.
Dengan itulah semua yang ke Madinah akan ke Raudhah tetapi pada musim haji untuk memasuki Raudhah semuanya dengan izin Allah. Raudhah juga tempat paling mustajab berdoa dan bersolat dan disifatkan nabi sebagai kebun antara kebun-kebun syurga. Kawasan Raudhah ditandakan dengan karpet hijau muda berbanding karpet merah di kawasan lain dalam masjid.
Di dalam masjid Nabawi

Pengalaman untuk memasuki Raudhah memang tak akan kulupakan. Waktu untuk wanita menziarahi Raudhah amat terhad iaitu 8.00 – 10.30 pagi dan selepas zohor dari 1.00 – 2.30 petang. Aku tak ada pengalaman, aku ikut saja jemaah yang nak ke Raudhah. Bukannya senang nak masuk ke Raudhah. Di Raudhah, manusia bertolak-tolak untuk mendapatkan tempat paling tepat Raudhahnya. Aku tersepit, tak boleh bergerak ke kiri atau kanan. Sabar saja tapi akhirnya aku berjaya juga solat sunat di Raudhah. Hari-hari berikutnya aku tak lagi mengikut mereka yang berebut-rebut tu, biarpun dibelakang sekali, jika Allah mengizinkan aku pasti dapat masuk dan solat di dalamnya. Kami masuk ke Raudhah mengikut kumpulan. Kumpulan jemaah Turki, kumpulan Pakistan dan Bangladesh dan Malaysia disekalikan dengan Indonesia namun kadangkala terselit juga jemaah Bangla atau pakistan dalam kumpulan kami. Setelah dapat solat di Raudhah, aku merasakan satu kepuasan dan gembira. Hilang segala penat lelah menunggu ketika hendak memasukinya.

Kembali Ke Malaysia
Setelah 8 hari di Madinah kini tiba waktu untuk kami kembali ke Malaysia. Sedih untuk meninggalkan Madinah namun lambaian suami, anak dan keluarga tercinta membuatkan penerbangan 8 jam Saudi Arabia SV 40 terasa begitu lama. Akhirnya kami selamat tiba di Malaysia jam 9.00 malam. Doaku agar Allah s.w.t murahkan rezekiku dan rezeki saudar-saudaraku yang lain agar kita akan diterima menjadi tetamu Allah. Insya Allah.

Mengurangkan Tekanan

Tips Mengurangkan Tekanan
Oleh : Ustazah Norihan Mohd. Noor
PendahuluanKita adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah, namun kita masih tidak terlepas daripada menghadapi tekanan ketika bekerja. Pelbagai tekanan yang dihadapi menyebabkan hati menjadi runsing dan semua kerja tidak akan terlaksana. Tidak mustahil bagi individu yang berhadapan dengan masalah ini akan terbawa-bawa ke rumah hingga anak-anak pula menjadi mangsa. Namun, hati akan menjadi tenang sekiranya kita kembali kepada Allah. Apa jua yang dilakukan mestilah berdasarkan kepada Al-Quran dan Al-Sunnah disertai dengan niat yang ikhlas semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah.
Terdapat beberapa tips yang kita boleh amalkan bertujuan mengurangkan tekanan hidup. Antaranya ialah :
1) Biasakan diri berada dalam keadaan berwuduk
Jiwa kita akan menjadi tenang jika kita membiasakan diri mengambil wuduk sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan mudah diselesaikan. Para pelajar misalnya, disarankan agar membiasakan diri mengambil wuduk sebelum mengulang kaji pelajaran agar apa yang dibaca akan mudah diingati.
2) Perbanyakkan membaca Al-Qur'an
Ganjaran yang besar akan diberikan Allah bagi sesiapa yang membaca Al-Quran walaupun satu ayat. Waktu yang sesuai bagi kita untuk membaca Al-Quran ialah selepas solat lima waktu dan waktu-waktu lain seperti ketika berehat dan sebelum tidur. Oleh itu, jadikanlah Al-Quran sebagai teman paling akrab pada sepanjang waktu.
3) Banyakkan Solat Sunat
Sebagai makhluk paling mulia di sisi Allah, kita disuruh membanyakkan amal ibadat kita sehari-hari. Antaranya, dengan mendirikan solat sunat. Solat sunat hajat, solat sunat taubat, solat sunat tasbih adalah antara pelbagai solat sunat yang terdapat dalam Islam. Kita bangun pada sepertiga malam dan mendirikan solat-solat sunat tersebut agar beroleh ketenangan dan kekuatan daripada Allah.
4) Selalu berdoa kepada Allah
Allah telah berpesan iaitu jangan menyembah selain daripada-Nya. Ini bererti kita disuruh berdoa hanya kepada Allah yang Maha Esa dan dilakukan secara berterusan. Waktu-waktu mustajab berdoa adalah pada malam Jumaat, tengah malam, pagi sebelum waktu Subuh, malam hari raya, ketika waktu azan dan iqamah. Insya-Allah, Allah akan memakbulkan doa setiap hamba-Nya yang benar-benar ikhlas. Namun, kita perlulah sedar bahawa sebarang rezeki tidak akan datang bergolek sekiranya tanpa usaha yang bersungguh-sungguh. Maka kita perlulah berusaha supaya mencapai sesuatu di samping berdoa hanya kepada Allah yang Esa.
5) Bersangka baik dengan Allah
Kita sebagai manusia biasanya tidak akan terlepas daripada berhadapan dengan ujian dalam hidup. Semuanya itu adalah ujian daripada Allah yang Berkuasa bertujuan menguji keimanan kita sebagai hamba Allah. Oleh itu, kita mestilah bersangka baik dengan Allah dan janganlah menyalahkan-Nya jika terjadi sesuatu ke atas diri kita. Kita juga mesti percaya bahawa tentu ada hikmah di sebalik kejadian itu.
6) Lakukan kegiatan luar seperti bersukan
Orang ramai selalu berkata bahawa badan yang cerdas akan membentuk otak yang cergas. Segala tekanan sewaktu bekerja akan dilupakan apabila kita melakukan aktiviti-aktiviti luar yang dapat menyihatkan tubuh badan seperti bersukan. Situasi akan menjadi lebih menggembirakan jika kita meluangkan masa membawa keluarga pergi beriadah. Ikatan kekeluargaan juga akan bertambah erat dan kukuh.
7) Amal diet dengan disiplin yang kuat
Pengambilan makanan yang berlebihan dan tidak seimbang juga merupakan salah satu faktor tekanan sewaktu bekerja. Oleh itu, cara untuk mengurangkan tekanan adalah mengamalkan diet dengan disiplin yang kuat. Diet yang tidak terkawal akan menyebabkan kegemukan dan menimbulkan penyakit kronik yang lain seperti lemah jantung, darah tinggi, kencing manis.
8) Menangis dengan sepuas hati
Tekanan yang dihadapi sekiranya melibatkan individu yang lain dapat diredakan melalui luahan hati kita dengan menuliskan rasa ketidakpuasan hati kita itu dalam sehelai kertas. Sikap cuba menyimpan perasaan tersebut dalam hati boleh menyebabkan diri merana. "Luaran lain hati lain" ada sesetengah individu apabila mereka mengalami sesuatu tekanan, mereka seolah-olah tidak menunjukkan permasalahan mereka itu. Sebagai contoh, bila dilihat bersama rakan-rakan tetapi dalam hatinya hanya Allah yang Maha mengurangkan tekanan yang dihadapi di tempat kerja.
9) Hargai kebolehan diri sendiri
Kita perlu mempunyai satu sikap yang dipanggil yakin diri. Apabila kita mempunyai keyakinan diri, maka kita tidak akan mempunyai masalah untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang disuruh oleh pihak lain sewaktu bekerja. Kita yakin bahawa kita boleh melakukan kerja yang disuruh dengan mudah dan tiada sebarang masalah yang dihadapi. Apa yang penting ialah, kita mesti menghargai kebolehan diri sendiri dan memulakan hidup dengan lebih ceria.
10) Cintai diri sendiri
"Cintailah diri kamu sendiri sebelum kamu mencintai diri orang lain". Jelas daripada maksud sepotong hadis ini, kita dapat memahami bahawa kita perlu mencintai diri sendiri terlebih dahulu berbanding orang lain. Diri kita yang selama ini masih pada tahap lama dalam pekerjaan perlu dipertingkatkan dengan cara yang dinyatakan di atas. Kita perlu memulakan kehidupan kita dengan ceria dan penuh dengan senyuman. Kesimpulan Sebagai kesimpulannya, tekanan kerja bukanlah satu bebanan yang sukar untuk diatasi. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang tinggi serta jalan penyelesaian yang jitu, bebanan yang kita alami pastinya akan dapat diselesaikan dengan jayanya

Penulisan Kreatif

PENULISAN KREATIF
oleh

HAJAH MAHAYA MOHD. YASSIN

Pengenalan
Penulisan kreatif secra umum ialah pengolahan dan penghasilan karangan, ciptaan, karya dan atau cerita seperti novel, cerpen, drama dan puisi. Sebelum terhasil sesebuah penulisan kreatif, seseorang itu perlu berfikiran kreatif sama ada secara dirangsang, dibimbing atau yang semarak sendiri-sendiri.
Penulisan Kreatif dan Kreativiti
Berfikir ialah keupayaan memindahkan kemahiran yang sedia ada kepada situasi lain. Para pakar Ilmu Psikologi mengakui bahawa terdapat dua cara berfikir iaitu berfikir cara analitikal-logikal dan cara kreatif. Cara berfikir analitikal-logikal menjurus kepada reaksi atau tindak balas yang ‘dikehendaki’ oleh pihak pencabar. Hanya satu jawapan yang betul, dalam konteks ini. Langkah ini membentuk sikap konfirmiti akan persekitaran yang terhad, tanpa berani mengemukakan idea-idea baru.

Sementara itu, cara berfikir kreatif lebih luwes dan yakin bahawa banyak jawapan yang dapat diajukan untuk setiap persoalan. Pemikiran kreatif turut mencabar penyelesaian yang sedia wujud demi pencarian dan pilihan penyelesaian atau idea baru. Pemikiran cara ini mengetengahkan serta mencuba gagasan segar dan baru, malah mungkin akan menyeleweng daripada kelaziman. Jawapan-jawapannya bukan sahaja pelbagai, malah lebih positif. Dalam reality kehidupan, pemikiran kreatif lebih berdaya saing dan berdaya tahan apabila berhadapan dengan cabaran dan kemungkinan.

Sehubungan dengan itu, kreativiti (hasil fikiran, tindakan yang kreatif) ditafsirkan oleh Hopkin (1937) sebagai ‘…diri dalam keadaan bergerak balas ketika dirangsang dengan dalam dan dengan cara dinamik.’ Andrew (1961) menegaskan bahawa kreativiti ialah proses yang dilalui oleh seseorang dalam pengalaman-pengalamannya yang membawa kepada perbaikan dan pertumbuhan dirinya, sebagaimana ia adalah pernyataan terhadap individuality dan keistimewaannya.’
Di samping itu, proses kreatif dilalui oleh seseorang dalam menghadapi suasana yang mencabar minda dan menggugah rasa dengan penuh penghayatan dan kesungguhan. Fikiran kreatif turut menyelongkar, mencari dan mengenal pasti cara, maklumat dan peluang baru serta merangka strategi. Untuk itu, seseorang yang berfikir secara kreatif menggunakan teknik berfikir projektif.

Seperti yang kita sedia maklum, penulisan kreatif amat berkait rapat dengan pengalaman peribadi. Jenis penulisan ini menuntut pemikiran yang tajam, imaginasi dan sensitivity yang tinggi serta daya persepsi yang matang dan mantap. Sekali gus penulisan kreatif diiktiraf sebagai pemikiran beraras tinggi.

Dalam pengajaran dan pembelajaran seharian, pelajar kita perlu digerak gempur minda dan digugah perasaan mereka melalui pelbagai usaha, cara dan rangsangan. Aktiviti-aktiviti ini kelak berupaya melatih pelajar lebih bersemangat, meninggikan kemahiran berfikir, menjelaskan perkara yang sudah diketahui, mendapatkan maklum balas akan sesuatu yang sedang dipelajari, menjalin perkaitan antara idea yang ada, menajamkan perasaan ingin tahu, membina pelbagai proses berfikir dan mencipta cabaran baru yang merangsang kecemerlangan.

Sebenarnya, kesemua usaha ini berupaya mengilap potensi, menyubur bakat serta memperkembang pemikiran, bahasa dan motivasi pelajar. Peluang serta ruang seperti ini merangsang daya fakir, imaginasi, kreativiti, persepsi mereka untuk melahirkan idea, perasaan, hujah, pendapat dan pengalaman sendiri.

Proses Penulisan Kreatif

Peringkat atau tahap yang harafiah dan candra dalam proses penulisan kreatif terbahagi kepada lima. Kelima-lima peringkat dinamakan formula ‘5 P’ itu ialah persediaan, peringkat pengeraman idea, perangkaan cerita, penulisan dan penyemakan.
Peringkat persediaan bermaksud tempoh dan situasi ketika ‘komputer’ kita mula menerima dan mencerna maklumat, idea, rangsangan atau ‘bahan mentah’ dari semasa ke semasa. Peringkat pengeraman pula mengkhusus kepada proses rangsang, idea dan segala maklumat yang berkaitan dimantapkan, disemak, dihujah, diuji, ditokok tambah dan
dimantapkan. Proses ini berlangsung dalam kedua-dua belah otak secara tekal, demi memasakkan ‘ilham’ atau memantapkan gagasan dan cerita. Biasanya proses ini berlangsung tanpa tempoh masa yang tetap. Realitinya ada yang memakan masa berminggu-minggu malah bertahun-tahun.

Sementara itu, peringkat ketiga iaitu perangkaan cerita merupakan kesinambungan padu daripada proses sebelum itu. Pada peringkat ini, rangka cerita mula tercetus dan berbayang-bayang. Apabila difikirkan lebih mendalam dengan lebih tekal rangka mula terbentuk. Draf awal ini boleh juga ditulis kemas dalam bentuk peta minda atau catatan ringkas. Seseorang bolehlah mula melangkah ke peringkat penulisan. Ini bermaksud pelajar boleh melanjutkan usaha menuliskan cerita dengan yakin. Sambil mengarang pelajar akan turut bermain-main dengan gaya bahasa yang mantap dan menarik, sesuai dengan pergerakan cerita. Sebaik sahaja selesai, usaha menyemak dilakukan agar tajuk menarik, segar dan ringkas. Penyemakan bahasa pula memastikan ejaan tepat, ayat gramatis , bervariasi dan kreatif. Di samping itu perlu dilihat jalinan peristiwa lancar, munasabah serta menyakinkan pembaca . Dan akhirnya kereta itu biarlah positif, tepu dengan nilai kemanusiaan dan pengajaran.

Pengajaran dan Pembelajaran Penulisan Kreatif

Pendekatan dan teknik yang boleh dijadikan rangsangan untuk membuka pintu kreativiti pelajar pelbagai. Antaranya ialah Adaptasi, Aksi kaku, ‘Permata’, menyambung cerita, menyediakan cerita, menamatkan cerita, mempositifkan unsur, interteks dan interaksi. Penulis memaparkan Teknik Interaksi ini secara sekilas untuk mencontohkan pengajaran dan pembelajaran penulisan kreatif.

Teknik Interaksi ini sebenarnya menggalakkan pelajar berinteraksi serta saling mencabar kreativiti bersama rakan. Kelebihannya ialah sedari awal pelajar berdaya saing untuk merangsang kreativiti, persepsi dan imaginasi untuk menghasilkan penciptaan yang lebih bermutu. Meskipun pada dasarnya , mereka berhujah tentang sesuatu tajuk yang sama namun apabila sampai pada tahap perangkaan dan penulisan, pelajar digalakkan menghasilkan karya yang baku, mempunyai kelainan, ketulenan serta yang lebih kreatif.

Contoh Penulisan Kreatif Menggunakan Teknik Interaksi

Rangsangan untuk berinteraksi
· Membaca cerita ‘Batu Belah Batu Bertangkup’
· Mengesan kata sukar serta memberi sinonim, antonym dan membina ayat
· Bersoal jawab menguji kefahaman
· Mentafsir cerita
· Membuat latihan darihal tema dan persoalan, watak dan perwatakan, latar, plot, gaya bahasa, nilai kemanusiaan dan pengajaran dengan menggunakan bahasa yang tepat, indah dan menarik
· Mempositifkan peleraian cerita
· Mencadangkan peleraian lain
· Merubah watak
· Mengadaptasi

Selepas tahap rangsangan pelajar berlatih pula pada perbincangan berikut
· Menyenaraikan dan memilih idea daripada pelbagai sumber
· Mengemukakan idea dalam bentuk lakaran atau lisan
· Menyusun dan memilih peristiwa yang sesuai dengan jalan cerita
· Menulis cerita menggunakan bahasa yang tepat, indah dan menarik
· Menyunting karya
· Menilai karya yang dihasilkan
Penutup Bicara
Penulisan kreatif ialah satu proses yang istimewa. Proses ini menurut adunan pengalaman, imaginasi, kreativiti, sensitiviti dan persepsi yang diperkukuh oleh bakat dan kesungguhan. Oleh itu, setiap pelajar berhak menerima prosedur proses ini secara tuntas agar penghasilan cara kreatif lebih bermakna dan menyeronokkan. Walau bagaimanapun penulisan kreatif seperti sifatnya yang tersendiri tidak boleh terpisah-pisah atau terlalu kompleks. Setelah mengalami proses serta tercabar dengan pelbagai rangsangan, pelajar berupaya mengalami pengalaman baru dalam suasana selesa dan membijaksanakan. Justeru, objektif penulisan kreatif untuk jangka pendek iaitu kepentingan peperiksaan dan untuk jangka panjang sebagai wadah pendidikan seumur kehidupan akan mudah digapai. Insya-Allah.




Penulisan Kreatif 11

Komponen Sastera Dalam Bahasa Melayu
Penulisan Kreatif

Oleh
Hjh. Rafiah bt. Daud
Rosaini bt. Khalid

Apakah penulisan?

Merakam, menghasil dan menyampaikan idea, pengalaman, perasaan mahupun maklumat dalam bentuk tulisan atau grafik untuk komunikasi adalah merupakan keseluruhan proses menulis.

Don Bryne (1979) mengatakan “apabila seseorang menulis ia menggunakan simbol-simbol grafik mengikut konvensyen tertentu. Lambang yang dibentuk akan menjadi perkataan dan perkataan ini disusun untuk membina ayat. Hasilnya satu urutan ayat yang berkait rapat dan koheren akan menjadi sebuah karangan.”

Pandangan ini selaras dengan pendapat Ishak Harun (1979) yang mengemukakan bahawa “penulisan sebagai satu kemahiran menyampaikan idea, fakta dan sebagainya yang terdapat dalam pemikiran manusia melalui alat komunikasi iaitu bahasa.”

Apakah penulisan kreatif

Jika menulis merupakan suatu proses, tentulah beberapa tahap perlu dikuasai. Tahap yang paling tinggi ialah proses kreatif yang jika dikuasai boleh menghasilkan penulisan kreatif. Mengikut Shahnon Ahmad ( 1993) “proses kreatif dapat dimaknakan sebagai tahap tindakan yang diperlakukan insan secara sedar atau tidak sedar dalam penciptaan sesuatu.” Ini dapat disokong oleh pandangan Nik Safiah, (1987), mengatakan penulisan kreatif perlu berfikir secara kreatif untuk mendapatkan idea dan fakta serta menilai semula idea dan fakta yang disampaikan itu secara berkesan.Setiap hasil karya penulisan kreatif amat mengutamakan daya imaginasi dan kecerdasan akal untuk mengusik sensitiviti pembaca melalui penulisan yang dihasilkan.

Penulisan kreatif terbahagi kepada dua bentuk iaitu prosa dan puisi. Karya prosa ialah bentuk tulisan karangan biasa yang mengandungi jalinan fikiran pengarang, tiada pola rima dan tidak terikat dengan bebtuk-bentuk tertentu ( seperti pantun dan syair). Penglahiran idea dalam prosa lazimnya berbentuk eksplisit secara naratif atau deskriptif ataupun kedua-duanya sekali. Contoh karangan berbentuk prosa ialah cerpen, novel, drama autobiografi, kritikan, esei, catatan, jurnal, surat dan lain-lain.

Karya puisi pula adalah dari jalinan fikiran pengarang yang digubah dengan bahasa yang indah, berirama dengan bentuk-bentuk yang tersendiri dan bahasanya tidak terikat dengan tatabahasa. Puisi ini dicipta untuk meluahkan perasaan atau maklumat tertentu. Contoh karya puisi ialah pantun, syair, gurindam, seloka, bahasa berirama dan sajak.

Jadi, sebarang bentuk penulisan memerlukan keupayaan penulis menjalin sebarang idea berdasarkan pilihan diksi, kepelbagaian ragam ayat, stilistik, unsure kesatuan dan pertautan dalam perenggan dan pemerengganan dalam bentuk-bentuk tertentu. Oleh itu, seni dalam mengarang ini umpama menganyam kelarai yang perlu susun atur dan kreativiti yang tinggi.

Apakah cirri-ciri penulisan puisi?

1. Morfologi

Sebarang pilihan kata untuk melahirkan idea, perasaan, atau buah fikiran perlu memberi kesan kepada khalayak. Oleh itu, pilihan diksi dalam karya kreatif perlulah indah, tepat dan jelas. Ketetapan pilihan diksi sesuai dengan perkara-perkara yang akan diolah.Contohnya, dalam menghasilkan cerpen bertemakan perjuangan pilihan katanya ialah daya juang, semanagat berkobar-kobar, patriotik dan lain-lain.

Keindahan kata perlu pula merujuk kepada permainan bunyi, dialek, slanga, sinkof dan kata-kata pinjaman untuk menghidupkan lagi keceriaan idea. Contoh diksi yang indah ialah penggunaan perbandingan seperti gadis diibaratkan sebagai bunga, bulan - purnama, matahari - mentari, angin - bayu. Pilihan diksi juga bergantung kepada makna yang terkandung. Kejelasan makna merujuk kepada sesuatu benda atau situasi yang khusus iaitu konkrit yang dapat dikesan oleh deria atau abstrak

2. Sintaksis

Binaan ayat penting untuk menyampaikan hasrat penulis. Ayat-ayat yang dibina perlu mempunyai kesatuan dan penegasan supaya ada hubungkait setiap idea.
Kreativiti penulis banyak bergantung kepada pilihan ragam ayat, jenis ayat dan bentuk ayat. Contohnya, ada penulis yang suka menggunakan ayat songsang dan ragam menaik.

3. Gaya Bahasa

Setiap penulis menggunakan gaya bahasa tersendiri. Gaya bahasa ialah cara dan stail berbahasa untuk menyerlahkan adunan fikiran supaya karya yang dihasilkan ada gaya. Contohnya karya Shahnon Ahmad suka menggunakan kata dan ayat yang berulang-ulang manakala sajak Nahmar Jamil agak kaya dengan kata-kata daripada bahasa Arab.

4. Pemerengganan

Sesuatu idea yang dilahirkan perlu memperlihatakan kesatuan isi yang boleh membentuk satu aliran huraian yang logik dan sistematik supaya pembaca dapat mengikuti perkembangan sesuatu idea yang ingin disampaikan oleh penulis tersebut. Setiap idea itu berkaitan dalam perenggan-perenggan yang dibina supaya ada pertautan idea untuk melancarkan jalan cerita. Ini dapat memudahkan pembaca memahami keseluruhan karya. Tanpa pertautan yang kukuh idea dalam karya tersebut akan nampak terpisah-pisah dan tidak tersusun.

5. Tema

Penglahiran idea dalam karya kreatif perlu berfokus kepada persoalan pokok. Persoalan pokok itulah dinamakan tema. Tema dapat mengawal sesebuah karya kreatif supaya tidak terkeluar semasa memilih dan menyusun idea selanjutnya.

6. Bentuk

Bentuk-bentuk karya ditentukan oleh jenisnya. Contohnya, pantun ada ciri-ciri penulisannya yang terikat berbanding dengan sajak yang lebih bebas. Cerpen dan novel adalah agak sama bentuk. Perbezaan yang nyata hanya terletak pada bilangan perkataan, persoalan dan jalinan cerita . Sementara drama pula mengandungi babak, adegan dan dialog.


Penulisan kreatif dalam Sukatan Pelajaran KOMSAS

Beberapa kemahiran penulisan kreatif dalam Sukatan Pelajaran KOMSAS ialah :

3.5.1 Menulis karya berdasarkan lakaran dan catatan dengan menggunakan bahasa yang indah.

3.6.1 Menyususn peristiwa mengikut urutan bagi membina plot cerita.

3.15.1 Membina ayat yang puitis dalam bait atau perenggan.

3.18.1 Menulis karya kreatif dalam bentuk surat dan catatan harian.

3.19.1 Menulis dialog dan skrip drama.

3.20.2 Menghasilkan pelbagai karya prosa.

3.23.1 Menghasilkan pelbagai karya puisi ( pantun, syair, sajak, gurindam dan
seloka )

Apakah kemahiran menulis?

Kemahiran menulis dan mengarang adalah sebahagian daripada kemahiran bahasa yang penting dan perlu dikuasai oleh pelajar. Oleh itu, strategi pengajaran dan pembelajaran dalam kemahiran menulis ini perlu menarik dan berkesan kerana faktor yang mempengaruhi pelajar-pelajar menulis lebih bertumpu kepada desakan luaran iaitu desakan daripada guru khasnya, selain ibu bapa dan rakan. Jika pengajaran dan pembelajaran yang dilaksanakan dapat memotivasikan pelajar sudah tentu kemahiran menulis dan mengarang ini terbina dengan baik dan boleh dibantu oleh desakan dalaman
( intrinsic motivation) yang menimbulkan minat mereka untuk menulis. Matlamat jangka panjangnya akan lahirlah pelajar-pelajar yang minat menulis dan menjadikannya sebagai sebahagian daripada aktiviti kerja-kerja menulis ini ‘natural’ bagi mereka.

Kertas kerja dibentang pada Seminar Pedagogi Sastera, anjuran Dewan Bahasa dan Pustaka dengan kerjasama Kementerian Pendidikan Malaysia dan Institut Bahasa Melayu Malaysia.

Nazam Untuk Guru

Nazam Puji-Pujian Guru

Allah Allah Azawajal tuhan kami
Kami minta, ampun akan dosa kami

Dengan Allah kami mula nazam ini
Semoga majlis bertambah indah berseri-seri

Wahai cikgu orang bijak dan bestari
Hilang cikgu wahai mana nak dicaeri

Mengajar kami menimba ilmu setiap hari
Lebih daripada ibu bapa sendiri

Cikgu Saleh orang bijak dan budiman
Bertambah pula, segak lawa serta tampan

Melihat cikgu hati kami dah tertawan
Ibarat bulan penuh mengambang di awan

Menjadi guru ini bukan kerja mudah
Mengajar kami mendidik kami bersusah payah

Kepada Allah kami mohon dan berserah
Panjangkan umur sihat badan rezeki murah

Budi cikgu pada kami tak terbalas
Jasa cikgu pada kami amat jelas

Kami semua murid cikgu dalam kelas
Memuji cikgu dengan hati penuh ikhlas

Penat cikgu mengasuh kami tak terperi
Mengajar kami tanpa jemu setiap hari

Peluh menitik turun membasahi pipi
Ibarat lilin membakar diri sendiri

Hutang budi hutang kasih kami sekalian
Budi cikgu umpama permata intan berlian

Tiada harga untuk kami menilaikan
Kebahagian cikgu dunia akhirat kami pohonkan

Sampai di sini nazam kami undur diri
Salah silap mohon ampun jangan keji

Ulang rangkap 1

Perbilangan Adat

Perbilangan Adat Lambang Intelektual Melayu
Oleh Hajah Amanah Mohd Noor

Perbilangan adat atau kata-kata adat juga dikenali sebagai teromba. Menurut Wilkinson, teromba bermaksud salasilah seseorang, suatu kumpulan masyarakat, suatu bangsa satu sistem dan sebagainya (Harun Mat Piah, 1989:424).

Perbilangan adat merupakan sejenis puisi yang tidak mempunyai bentuk yang tetap, boleh didapati dalam bentuk berangkap atau tidak. Perbilangan adat tercipta dalam ungkapan-ungkapan dan rangkai-rangkai kata yang padat dan ringkas tetapi sarat dengan pemikiran dan pengajaran. Penggunaan rangkai kata yang tepat dan ringkas sangat penting kerana perbilangan adat disebarkan daripada satu generasi kepada satu generasi melalui tradisi lisan dan dikekalkan menerusi ingatan dan pengamalannya dalam masyarakat. Kombinasi bahasa yang tepat, ringkas dan berirama penting untuk meninggalkan kesan yang mendalam kepada para pendengar.

Hidup dikandung adat
Mati dikandung tanah

Duduk meraut ranjau
Tegak meninjau arah

Duduk sama rendah
Berdiri sama tinggi

Malu tak boleh diagih
Suku tak boleh dianjak

Dianjak layu
Dicabut mati


Merenung perbilangan adat di atas , tergambar peraturan hidup yang terkandung di dalamnya yang disampaikan dengan bahasa yang ringkas tetapi cukup indah dan penuh makna. Ini menjelaskan bahawa perbilangan adat ini dapat menggambarkan sebahagian daripada pemikiran masyarakat Melayu khususnya masyarakat pendukung adat Perpatih.

Masyarakat Melayu tradisi berkembang lebih awal daripada modenisasi, merupakan sebuah masyarakat yang serba sederhana dalam kehidupan, namun pemikiran yang digarap melalui perbilangan adat ternyata bukanlah semudah dan seringkas corak hidup yang mereka lalui. Pemikiran yang diungkapkan sarat dengan pelbagai anjuran, tegahan dan pengetahuan umum yang berfungsi untuk mengatur hidup masyarakatnya. Walaupun kemudahan pembelajaran secara formal tidak ada, tetapi perkembangan puisi perbilangan adat secara pertuturan yang dijalin dengan gubahan bahasa yang indah dan bernilai seni berjaya mencerminkan dengan jelas rumusan pendapat dan pandangan yang merupakan latar belakang masyarakatnya.

Tema atau isi perbilangan adat banyak memberikan gambaran kepercayaan, nilai dan pegangan hidup masyarakat; gambaran perlakuan dan tindak laku serta peraturan yang mesti dipatuhi, nilai bermasyarakat atau hidup bersatu padu. Masyarakat diibaratkan:


Seikat seperti sirih,
serumpun seperti serai,
seciap seperti ayam,
Sedencing seperti besi;
malu tak boleh diagih,
suka tak boleh dianjak;
melompat sama patah,
menyerudup sama bongkok;
jalan sedundun,
selenggang seayun.

Masyarakat yang bersatu padu dilambangkan atau diibaratkan seperti sirih yang tersusun rapi diikat, seperti serumpun serai. Seciap seperti ayam; sedencing seperti besi, menunjukkan kata sepakat.

Dalam Adat Perpatih, nilai hidup bermasyarakat ialah nilai hidup bermuafakat. Muafakat membawa makna dan tujuan berbagai-bagai seperti timbang rasa, tolong-menolong, persefahaman, solidarity, kesamarataan, kesetiaan dan sebagainya. Kesetiaan umpamanya, ada pelbagai;

Adat bersaudara, saudara pertahankan
Adat berkampung, kampung pertahankan
Adat bersuku, suku pertahankan
Adat bernegeri, negeri pertahankan

Sepakat pangkal selamat
Sengketa pangkal celaka
Hilang adapt kerana janji
Hilang pusaka kerana buatan

Kesetiaan ini berjalan serentak. Kepentingan besar dengan sendirinya mengatasi kepentingan kecil, umpamanya kepentingan negeri lebih daripada kepentingan kampung (Nordin Selat, 1982:15)

Banyak udang banyak garam, banyak orang banyak ragam, berdasarkan peribahasa ini, ternyata bukan mudah untuk mewujudkan keamanan dan krharmonian yang berkekalan dalam masyarakat. Masing-masing mempunyai gaya tersendiri untuk menghadapi kehidupan , sehingga kadang-kadang mereka melakukan pelbagai kesilapan yang melanggar kelaziman adapt. Mereka faham bumi mana yang tidak ditimpa hujan, lautan mana yang tidak bergelombang. Rasionalnya, tidak terdapat suatu pun di dunia ini yang sempurna kecuali Allah. Untuk menghadapi situasi begini mereka bersikap praktikal, memberi panduan supaya perkara yang telah berlaku tersebutdijadikan teladan dan ingatan. Banyak peraturan yang menyeru supaya manusia mencari kebahagiaan di dunia dan kemurniaan hidup bermasyarakat dengan melakukan perubahan nilai yang tidak boleh digunakan lagi dalam perkembangan hidup seterusnya, seperti perbilangan;

Yang usang diperbaharui
Yang elok dipakai
Yang buruk dibuang

Melihat contoh yang lama
Melihat tuah yang menang
Sesat di hujung jalan
Balik ke pangkal jalan

Berdasarkan perbilangan ini ternyata masyarakat Adat Perpatih mengamalkan sikap terbuka, berdaya maju dan dinamis. Sesuatu perlakuan yang boleh memundurkan, tidak akan dipertahankan sebaliknya mereka sentiasa menggalakkan anggota masyarakat sentiasa berusaha ke arah kemajuan.

Daripada perbincangan yang ringkas ini, perbilangan adat dapat dianggap sebagai penghasilan intelektual yang disebut falsafah Melayu. Perkataan yang digarap melalui perbilangan adalah perkataan yang terpilih berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan dan fungsinya dalam masyarakat.Pengalaman yang diperolehi daripada persekitaran pula dimanfaatkan sepenuhnya dalam bentuk perbilangan adapt dan daripada perbilangan adat ini pula dapat diteliti alam pemikiran, persepsi, sikap dan tanggapan masyarakat Adat Perpatih terhadap kehidupan.


Bibliografi

Harun Mat Piah. 1989. Puisi Melayu Tradisional : Satu Pembicaraan Genre dan Fungsi. Kuala Lumpur : Dewan Bahasa dan Pustaka

Nordin Selat. 1976. Sistem Sosial Adat Perpatih. Kuala Lumpur: Utusan Melayu


Bandung Dalam Kenangan

Labels:

Madah Untuk Cikgu Ilham


Madah Anak Didikmu
(Khas buat Cikgu Hj. Ilham Ismail)

Cikgu,
Mengenalimu rasanya setahun jagung
Mengenalimu rasanya baru semalam
Kini cikgu telah melangkah pergi

Ingin kucoretkan di sini
cikgu umpama pelukis rohani
Mencalit warna-warna takwa dalam diri
Cikgu umpama penyair emosi
Menjalin perasaan penyejuk jiwa
Cikgu umpama pendendang intelek
Pemikir yang tak jemu-jemu mendendangkan warisan ilmu.

Tak dapatku lupakan budimu
Tak dapatku catatkan baktimu
Takdapat ku balas jasamu
Tak dapatku kisahkan pengorbananmu

Terima kasih kerana ilmumu
Terima kasih kerana tunjuk ajarmu
Terima kasih kerana didikanmu
Terima kasih kerana kata nasihatmu
Terima kasih kerana kau guruku

Maafkan andainya terkasar bahasa
Maafkan andainya terkhilaf kata
Maafkan andainya hati terasa
Maafkan andainya perasaan terluka

Cikgu,
Langkahmu masih terlalu panjang
Kutiplah semangat di sepanjang titian
Agar rantai mutiara bisa cikgu kalungkan
Di dada zaman

Kini kaki cikgu melangkah pergi
Namun jejak cikgu ada di mana-mana
Buah amalmu ranum di pohonnya
Langkah cikgu kuiring dengan doa
Menimbulkan rasa rindu di hati
Menimbulkan rasa sendu di jiwa
Jasa cikgu dalam ingatan
Tingginya menyapu awan
Antara terima kasih dan rasa kehilangan.

Kenangan bersamamu guruku
Akan kupungut
Akan kukutip
Akan kusimpan dalam lipatan sanubari
Sehingga
Ada damai menggamit
Ada bahagia berbunga
Terima kasih cikgu
Dikau abadi dalam kenangan

Nukilan : Hajah Amanah Mohd Noor
JPM / 23 Okt 2008